OTOCOID, Jakarta - Mulai musim 2012,
balapan MotoGP akan diwarnai dengan klasifikasi baru yang bernama Claiming
Rules Team (CRT). Para pembalap di kategori baru ini akan balapan bersama
dengan pembalap pabrikan dan satelit di MotoGP 2012. Perbedaannya dengan tim dari
motor prototipe adalah tim CRT diperbolehkan menggunakan bahan bakar dan mesin
yang lebih banyak. Penyelenggara MotoGP, Dorna berasalan usulan CRT ini untuk
menekan biaya dan alternative pengganti balapan prototipe. Lalu apa komentar Jorge
Lorenzo mengenai hal ini?
Pada dasarnya, pembalap Yamaha Factory Racing
yang ditemui redaksi di Jakarta, beberapa waktu lalu, menyambut baik adanya
kelas baru di balapan MotoGP 2012. “CRT akan membuat balapan musim 2012 semakin
menarik. Tim-tim CRT tidak membutuhkan banyak dana untuk ikut MotoGP, sehingga
jumlah starter pembalap akan menjadi lebih banyak dan semarak,” tutur Lorenzo.
Senada juga diungkapkan Hiroo Saito, MotoGP
Manager Motorsport Development Division Yamaha, yang mendukung CRT sebagai
pelengkap MotoGP. Saito menjelaskan kondisi ekonomi yang belum membaik, membuat
pihak pabrikan tidak bisa menciptakan motor prototipe dalam jumlah banyak.
Selain itu, dengan ada CRT, MotoGP akan memunculkan nuansa dan aroma baru yang
bisa memberikan tontonan menarik bagi pengunjung.
Namun jika CRT akan digunakan untuk menggantikan kelas
prototipe, tunggu dulu. Pasalnya MotoGP merupakan kelas tertinggi balapan motor
di dunia yang identik dengan paling cepat, paling canggih dan motornya tidak bisa
ditemui di jalanan. “MotoGP identik dengan prototipe-nya. Sebagai manufaktur,
kami tidak setuju jika CRT akan menghilangkan kategori motor prototipe,” tukas
Saito.
Dengan
adanya regulasi CRT, peserta MotoGP 2012 memang menjadi bertambah. Untuk kelas prototipe,
hanya diisi 12 pembalap saja. Sedangkan tim yang telah bersiap masuk ke CRT
sudah diseleksi menjadi 9 pembalap dengan membeli mesin pabrikan seharga 20.000
Euro. Keistimewaa CRT lainnya, motor CRT bisa membawa bahan bakar 24 liter,
sedangkan prototipe 21 liter dan CRT diizinkan
untuk menggunakan 12 mesin, sementara kelas prototipe hanya 6 mesin. (M. Lulut)